Peranan Media Sosial dalam Bidang Pendidikan
Latar Belakang
Sekarang ini maraknya penggunaan media
sosial sudah menjadi kebutuhan semua orang dari tua sampai muda,
bahkan tidak sedikit orangtua yang
membuatkan akun pribadi untuk anaknya. Kaplan dan Haenlein (dikutip oleh Tea, 2010) mendefinisikan media
sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang
membangun di atas dasar
ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran
user-generated content "
(p.59–68). Media sosial menjangkau
masyarakat di seluruh dunia sehingga dapat berkomunikasi dengan cepat dan
mudah. Media sosial juga digunakan untuk menyebarkan informasi dan
mengekspresikan diri.
Sebagian besar pengguna media
sosial adalah anak remaja, mereka menggunakan media sosial untuk mengekspos
diri sendiri sehingga mempengaruhi aktivitas belajar. Media sosial sangat
membantu dalam bidang pendidikan karena semua ilmu pengetahuan dapat dengan
mudah dan cepat diperoleh melalui media sosial. Media sosial juga dapat
mempermudah pelajar untuk menyebarkan informasi dan membahas pelajaran tanpa
harus bertemu.
Jenis-jenis Media Sosial
Menurut Kaplan dan Haenlein (dikutip oleh Putra, 2010) ada enam
jenis media sosial:
Proyek
Kolaborasi. Media sosial yang dapat membuat konten dan dalam
pembuatannya dapat diakses secara global. Ada 2 jenis proyek kolaborasi yaitu:
Wiki. Menurut Kalpan dan Haenlein (dikutip
oleh Putra, 2010) “wiki adalah situs media sosial
yang mengijinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun meremove
konten–konten yang ada
di website ini. contohnya wikipedia” (p. 59-68).
Aplikasi
bookmark sosial. Situs yang menyediakan pengumpulan berbasis kelompok
dan rating dari link internet.
Blog dan
microblog. Blog adalah sebuah website
yang menyampaikan mengenai penulis atau kelompok penulis baik itu sebuah opini,
pengalaman, atau kegiatan sehari-hari. contohnya twitter, blogger,
wordpress, tumblir, dan lain-lain.
Konten. Para user
dari pengguna website ini saling mengshare konten-konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain–lain.
contohnya youtube, vimeo,
flickr, 4shared, dan lain-lain.
Situs jejaring sosial. Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat
informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi
itu bisa seperti foto–foto. contoh facebook, my space,
dan lain-lain.
Dunia game virtual. Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D,
dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar–avatar yang diinginkan serta
berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. contohnya game online.
Dunia sosial virtual. Dunia virtual yang dimana penggunanya merasa hidup di
dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan yang lain.
Namun, Virtual Social World lebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan,
contohnya second life.
Pengaruh Media Sosial dalam Bidang Pendidikan
Menurut Putra (2013) selain sebagai sarana
hiburan media sosial juga bisa menjadi sarana untuk belajar dengan adanya
sistem pendidikan e-learning yang
dapat membantu murid untuk dapat dengan mudah belajar menggunakan sarana media
sosial.
Dampak positif. Media
sosial dapat membantu kemudahan dalam bidang pendidikan, contohnya banyak
sekolah dan perguruan tinggi yang memakai sarana media sosial untuk membuka
pendaftaran murid baru
Dampak terhadap pelajar. Dalam hal ini pelajar sangat
dipermudah dalam mencari informasi mengenai pelajaran dari internet, mendapat
informasi dengan cepat, dapat berdiskusi membahas tugas dengan teman, mahasiswa
dapat menyusun jadwal pertemuan dengan dosen, dan media sosial juga menyediakan
soal-soal latihan untuk para pelajar.
Dampak terhadap guru. Dalam hal ini guru dipermudah
untuk menghubungi para siswa hanya dengan posting
status di media sosial. Guru juga dapat membagikan sumber pembelajaran
melalui situs blog, guru dapat dengan mudah mengumpulkan tugas melalui email,
dan sekarang sudah ada sistem penilaian online jadi para guru dipermudah dalam
menilai.
Dampak Negatif. Selain
mempunyai dampak positif media sosial juga mempunya dampak negatif yang
biasanya berpengaruh pada pelajar.
Dampak terhadap pelajar. Media sosial sangat banyak
digunakan oleh para pelajar sehingga dapat menggangu proses belajar, para
pelajar menjadi malas mengerjakan tugas karena bisa mengcopy dari internet,
pelajar ketergantungan dengan gadget dan menjadi jarang membaca buku karena
semua dapat diakses melalui media sosial, dapat memicu kejahatan, dan
pornografi.
Kesimpulan
Media sosial sangat berpengaruh dalam bidang pendidikan
terutama di kalangan pelajar untuk mempermudah mencari informasi tentang
pengetahuan. Media sosial juga membantu para guru dalam memberi informasi kepada
murid. Media sosial mempunyai dampak positif dan dampak negatif yang dapat
bersifat kriminal
Referensi
List
Hariyani (2012, Juni).
Pengunaan media sosial dalam dunia pendidkan. Majalah pendidikan online Indonesia. Diunduh dari http://mjeducation.com/penggunaan-media-sosial-dalam-dunia-pendidikan/
Tea, R. (2014, April).
Media sosial: Pengertian, karakteristik, dan jenis [Web log post]. Diunduh dari
http://www.romelteamedia.vom/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html?m=1
Putra, A. (2013, Juni).
Media sosial sebagai sarana belajar [Web log post]. Diunduh dari http://www.kupang-online.com/2013/06/media-sosial-sebagai-sarana-belajar.html
Putra, W. A. (2013, Januari 27). Media sosial dan
jejaring sosial [Web log post]. Diunduh dari http://wibawaadiputra.wordpress.com/2013/01/27/media-sosial-jejaring-social-media-social-network/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar