Perkembangan
Anak Usia 3-6 Tahun
Latar
Belakang
Manusia telah mengalami
perkembangan sejak dalam kandungan atau pada masa pralahir. Menurut King (2014)
perkembangan adalah “the pattern of
continuity and change in human capabilities that occurs throughout the course
of life” (p.290). Maka, manusia selalu mengalami perkembangan dalam hidupnya.
Masa kanak-kanak adalah dasar dari pola kepribadian seseorang, jika pada masa
ini anak mengalami hal buruk maka akan memudahkan timbulnya masalah pada masa
perkembangannya. Ada 3 hal yang dapat memengaruhi kepribadian anak, yaitu: (a) kualitas
hubungan antar manusia contohnya adalah hubungan ibu dan anak yang dapat
menimbulkan rangsangan mental, proses sosialisasi, dan pengembangan emosi; (b)
semakin bermakna hubungan antar manusia kemungkinan dapat menurunkan emosi pada
anak yang dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangannya; dan (c) metode
pengasuhan yang diterapkan dirumah. Banyak orangtua yang menuntut anaknya
menjadi sempurna sehingga anak menjadi tertekan dan berontak, sedangkan ada
orangtua yang terlalu melindungi anaknya hal ini akan berakibat buruk bagi anak
(Atmodiwirjo, 2008).
Ciri-ciri
perkembangan Anak
Anak
berumur 3-6 tahun tergolong dalam masa pra-sekolah (Atmodiwirjo, 2008). Pada masa
ini anak memiliki beberapa perkembangan yaitu perkembangan fisik, perkembangan
motorik, perkembangan kognitif, perkembangan sosial, dan perkembangan moral.
Perkembangan fisik. Pada usia 3 tahun
anak memiliki tinggi 3 kaki dan akan bertambah 6 inci pada saat usia 5 tahun.
Berat badannya sekitar 15 kg-20 kg, biasanya anak laki-laki cenderung lebih
tinggi dibandingkan anak perempuan tetapi, tidak semua anak memiliki
perkembangan yang sama. Dalam usia ini otot-otot akan menjadi lebih kuat dan
tulang-tulang tumbuh menjadi lebih besar dan keras. Otak mengalami perkembangan
sekitar 75% dari berat otak manusia dewasa. (Akbar-Hawadi, 2001).
Perkembangan motorik. Menurut
Atmodiwirjo (2008) “perkembangan motorik adalah perkembangan pada otak yang
mengatur sistem syaraf-otot” (h. 11). Pada usia 3-6 tahun anak lebih lincah dan
aktif bergerak. Ada dua jenis gerakan yaitu gerakan motorik kasar dan gerakan
motorik halus.
Gerakan
motorik kasar adalah gerakan yang banyak menggunakan otot-otot kasar disebut
motorik kasar (gross motor) yang
digunakan untuk melakukan aktivitas seperti memanjat, melompat, atau melempar. Gerakan
motorik halus adalah gerak yang menggunakan otot halus disebut motorik halus (fine motor) yang digunakan untuk
aktivitas menggambar, menggunting, menempet, atau melipat (Syaodih, n.d.). Atmodiwirjo
(2008) menyatakan bahwa “Beberapa permainan dapat digunakan untuk melatih otot-otot
pada anak seperti kertas koran, kubus-kubus, bola, balok dan tongkat” (h. 12).
Perkembangan kognitif. Piaget
(dikutip oleh king, 2014) menyatakan bahwa “cognitive
development refers to how thought, intelligence, and language processed change
as people mature” (p. 298). Jadi, perkembangan kognitif adalah perkembangan
bahasa dan cara berpikir anak untuk menjadi lebih dewasa. Anak berumur 3-6
tahun tergolong dalam tahap preoperasional. Pada tahap ini anak akan
mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata dan gambar hal ini dapat meningkatkan
pemikiran simbolis. Anak juga belum bisa membedakan perubahan terhadap suatu
benda (King, 2014). Dalam tahap ini kemampuan berbicara anak akan berkembang,
biasanya anak usia 3-6 tahun akan lebih banyak bertanya. Menurut Atmodiwirjo (2008)
“Ada 4 tugas yang perlu diperhatikan dalam perkembangan berbahasa mengerti pembicaraan orang lain, menyusun dan
menambahkan perbendaharaan kata, menggabungkan kata menjadi kalimat, dan
pengucapan yang baik dan benar” (h. 12).
Perkembangan sosial. Anak
pada umur 3-6 tahun telah memasuki tahap awal sekolah dan banyak bersosialisasi
dengan teman sebayanya. Pada awalnya anak cenderung banyak bermain dengan orang
dewasa atau dengan saudara kandungnya sehingga anak membutuhkan teman sebaya
untuk bermain, untuk menggantikan teman anak pada umur 3-4 tahun memiliki teman
khayalan dan diatas usia itu anak biasanya mempunyai binatang peliharaan
seperti kelinci, anjing, kucing, ikan dan lain-lain (Akbar-Hawadi, 2001).
Perkembangan moral. Moralitas
adalah keadaan nilai-nilai moral dalam hubungan dengan kelompok sosial. Perilaku
moral adalah sesuatu yang diperoleh atau dipelajari maka ada beberapa faktor
yang memengaruhi perkembangan moral, yaitu lingkungan rumah, lingkungan
sekolah, lingkungan teman sebaya, segi keagamaan, dan aktivitas-aktivitas
rekreasi. Pada usia 3-6 tahun anak sudah dapat mengerti perbuatan yang salah
atau benar, jika anak tidak melakukan perbuatan yang benar maka akan dihukum.
Pada usia 5-6 tahun anak harus mematuhi setiap peraturan yang berlaku seperti
peraturan sekolah atau peraturan orangtua. Penanaman konsep moralitas akan
mengalami kesulitan karena anak mempunyai sifat-sifat pembangkang atau
sifat-sifat egois (Gunarsa, 2012).
Simpulan
Perkembangan
akan terus terjadi selama manusia hidup. Anak berumur 3-6 tahun disebut dengan
anak pra-sekolah. Perkembangan pada anak umur 3-6 tahun mencangkup: (a) perkembangan
fisik, anak akan berkembang lebih tinggi dan lebih berat pada umur 3-6 tahun;
(b) motorik, ada dua gerakan motorik yaitu gerakan motorik kasar, seperti
melompat, berlari, atau memanjat dan gerakan motorik halus, seperti menggambar,
menempel, atau menulis; (c) sosial, anak akan lebih banyak bersosialisasi
dengan teman sebayanya karena telah memasuki masa sekolah awal; (d) kognitif,
pada usia 3-6 tahun anak akan lebih memahami gambar dan kata-kata atau berpikir
secara simbolis; (e) dan moral, anak akan belajar menyesuaikan diri dengan
peraturan-peraturan yang berlaku.
Daftar
Pustaka
Akbar-Hawadi,
R. (2001). Psikologi perkembangan anak:
Mengenal sifat, bakat dan kemampuan anak. Diunduh dari http://books.google.co.id/books?id=rjyJHqMTCoIC&dq=perkembangan+sosial+anak+usia+3-6&source=gbs_navlinks_s
Atmodiwirjo,
E. T. (2008). Perkembangan anak: Suatu tinjauan dari sudut psikologi
perkembangan. Dalam S. D. Gunarsa & Y. S. D. Gunarsa (Ed.). Psikologi perkembangan anak dan remaja.
(h. 3-15). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarsa,
S. D. (2012). Psikologi perkembangan.
Jakarta: Libri.
King,
L. A. (2014). The science of psychology:
an appreciative view (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Syaodih, E. (n.d.).
Psikologi perkembangan. Diunduh dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/196510011998022-ERNAWULAN_SYAODIH/PSIKOLOGI_PERKEMBANGAN.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar